Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 02 April 2010

cerita sahabat digitalku

Setlah pulang dari kota tempatkku bekerja aku mulai membuka-buka fce book lagi dari sana aku berkenalan dengan seorang cowok yang menurutku cukup seksi karena berkulit lumayan gelap. Aku tidaktahu kenapa aku lebih suka cowok kulit hitam dari pada yang berkulit putih. Kami berkenalan dan saling bertukar nomor HP. Dari sana hubugan kami mulai intens. Ternyata hal yang mengejutkan adalah ternyata dia sebenarnya tidak jauh dairi tempat tinggalku ketika aku sedang merantau. Hal yang kami sesalkan adalah kenapa kami tidak kenal sejak dulu. Ya meskipun tidak sebagai kekasih ya paling tidak mungkin bisa menjadi teman yang sangat klop. Dimana kami bisa banyak menghabiskan waktu berdua ketika tidak sedang bekerja. Tapi mungkin memmang sudah takdir akhirnya kami terus bersahabat sampai sekarang. Bahkan hampir tiap hari kami salng sms dan becanda seperti pernah bertemu secara langsung. Aku sangat senang punya tema yang sangat pengertian seperti dia.ya walaupun kadang aku sok dewasa and menasehati dia, dia juga sering memberikan ceramah2 panjangnya pada ku. Ha...ha...ha.. aku sangat sayang pada semua temanku. Tapi tentu saja syanag sebagaisahabat kental, bukan sebagai pacar. Ya iyalah kalau sayang sebagai pacar kan bukana sahabat namanya tapi pacar alis kekasih gitu aneh2 ja.
Satu lagi sahabat digitalku dia tinggal di pulau sumatera. Kami sering sharing apa saja. Tapi sayagnya dia masih sedikit tertutuppadaku. Ya aku ngerti banget lah, mungkin dia takut saja kalau nanti tiba-tiba ada konflik antara kami kemudian aku mebeberkan semuanya. Padahal sebenarnya aku gak bakalan gitu semarah apapun aku. Aku punya kebiasaan paling kalau benar-benar marah yang tidak tertahankan aku akan diam tanpa kata. Menurutku itu lebih baik dari pada aku bicara yang tidak karuan dan bisa merugikan orang lain. Satu hal yang kuinginkan dari sobatku yang ini adalah kepercayaan darinya. Aku dia percaya padaku seperti aku yang sangat percaya padanya. Ya mungkin waktu akan dapat mengubah kondisi yang ada. Semoga hubungan ku dengan sahabat-sahabatku ini tetap terjaga dengan baik selamanya. Dan aku sangat berharap suatu ketika bisa bertemu dengan mereka. Bisa becanda dengan lepas. Pasti akan sangat menyenangkan karena telah lama kami kenal tapi belum sempat bertatap muka walaupun hanya sekali saja.
Udah dulu ya segini dulu pembaca, aku harus segera kerja. Sampai ketemu pada postingan saya yang berikutnya. Jangan lupa kalau mau kontak dengan saya secara pribadi, bisa mengirim email ke little_sucker2007@yahoo.com.

sodara sehati dalam hidupku

1. My first brother
Suatu ketika aku mecoba cek situs jejaring sosial yang awal-awal dulu booming sebelum facebook merajai situs jejaring semacam ini karena fasilitas yang ditampilkan lebih banyak. Apalagi kalau bukan friendster, he…he…he.
Setelah klik sana sini ternyata aku sampai di sebuah laman yang menayangkan tentang grup. Di sana ada banyak komentar tentang sesuatu termasuk ya, kata-kata jorok yang memancing ke-arah sebuah kejadian yang sangat nikmat. Ka…ka…ka. Aku melihat ada seseorang yang menulis kata-kata kalau dia pengen (tiiit…!!!!!......lembaga sensor yang bunyi). Selain itu dia juga meninggalkan nomor HP di sana. Kupikir, waha sepertinya aku menghubungi dia saja siapa tahu bisa jadi pacarku di dunia nyata. Ya maklum lah selama ini aku hanya mempunyai pacar digital, lewat friendster, sms, dan telepon saja. Tu karena dia stay di daerah yang cukup dekat dengan tempat tinggalku.
Setelah itu aku menghubunginya. Setelah sepakat untuk bertemu kami bertemu dalam sebuah parade yang ada di kota malang ini. Parade ini berisi banyak muatn sejarah. Parade ini dinamai malang tempo dulu. Disitu kami jalan berdua, banyak bercengkrama dan menilai ini dan itu yang ada di sana.
Orang yang aku temui ini ternyata masih seorang mahasiswa semester pertengahan di salah satu universitas swasta di kota malang.
Ternyata setelah pertemuan pertama itu hubungan kami semakin dekat. Tapi yangt terjadi pada perasaanku bukan lagi ingin menjadikan dia sebagai kekasih tapi aku menjadikan dia sebagai sahabat terbaik. Sahabat dimana kami bisa saling berbagi semua hal. Bahkan bukan hanya permaslahan kekasih saja, kami bahkan saling berbagi dalam masalah-masalah yang lain. Kami sudah seperti saudar kandung yang bisa saling curhat tentang hal-hal y7ang terjadi pada diri kami.aku terus berteman dengannya hingga saat ini, kami berbagi semua hala yang terjadi pada kami. Bahkan kami saling bercerta tentang kekasih kami. Itu bisa kami lakukan karena diantara kami memang tidak ada sedikitpun perasaan ingin menjadi kekasih atua ingin bercinta. Tidak pernah sedikitpun dalam pikiranku untuk bercinta dengannya, mungkin itulah yang menjadikan pertemanan kami terjadi dengan sangat dekat. Mungkin bahkan kami tidur seranjang dalam kondisi telanjang tidak akan terjadi apa-apa diantara kami. He...he...he lebay bajay dah.
Untuk konflik diantara kami ya tetap pernah terjadi lah ya. Karena tidak mungkin dua orang manusia yang saling berinteraksi dengan frekuensi tinggi tidak pernah memiliki konflik. Beberapa konflik mungkin cukup sederhana jadi setelah saling menyadari kesalahan masing-masing dan saling minta maaf selesai sudah.
Konflik terbesar diatara kami terjadi ketika aku mengambil keputusan untuk jadi heteroseksual seperti postingan saya yang lebih dulu. Sahabat saya atau mungkin saudar saya benar-benar meyakinkan saya apa keputusan ini sudah saya pikirkan masak-masak atu hanya emosi sesaat saja. Saat itu saya benar-benar bingung dan tetap kekeh dengan keputusan yang sudah saya ambil. Kondisi ini benar-benar menyakitkan karena saat itu posisi saya sedang berpacaran dengan orang kediri. Benar-benar bingung, limbung, sakit, takut, semua perasaan bercampur aduk.
Setelah beberapa lama tetap dengan keputusan itu aku mulai merasakan suatu perasaan tidak nyaman yang besar. Aku merasa sendirian, seolah dunia ini kososng padahal di sekelilingku banyak orang. Hanya sahabatku ini lah yang selalu mencoba menguatkan aku. Dia selalu berkata aku harus kuat bertahan dengan keputusan ayng telah aku buat. Tapi aku sungguh tersiksa. Pernah aku bilang padanya kalau aku ingin kembali seperti dulu lagi. begitu tahi hal ini dia langsung marah terhadapku. Dia marah karena aku tidak konsisten dengan apa yang telah aku putuskan. Keputusanku dulu itu sudah mengorbankan orang yang sangat kusayang yakni kekasihku yang ada di kediri, tapi sekarang aku mau kembali lagi seperti dulu. Seolah pengorbanan kekasihku dulu itu tidak berguna. Aku menyadari betul hal ini. Aku terus berusaha menjelaskan sebanyk-banyknya padanya, tapi kelihatnnya dia tidak mau mengerti. Dia memintaku untuk tetap dengan keputusan menjadi heteroseksual tersebut.
Akhirnya mungkin dia merasa kasihan terhadapaku yang selalu menderita dalam kesendirian, dan dia tahu betul kalau aku sangat sayang dengan mantan kekasihku yang di Kediri dia membolehkanku kembali ke dunia beginian. Tapi tidak serta merta demikian dia mengajukan syarat kalau aku boleh kembali asal dengan kekasihku yang di Kediri itu saja dan tidak dengan orang lain.
Itu sebagian hal yang kualami bersama sahabat dekatku itu. Lebih detail terlalu banyak untuk diceritakan. Selain itu juga aku sudah agak lupa semua hal yang terjadi. Ka...ka...ka...

Senin, 29 Maret 2010

cerita homoseks

http://cerita-sex-homoseks-gay.blogspot.com/

cerita sex sisi gay aku setelah lulus kuliah

Setelah lulus dari Universitas aku diterima kerja di luar kota. Saat bekerja inilah aku bertemu dengan seorang cowok yang berusia lebih muda dariku tapi dia kerja juga. Karena kami sama-sama di luar kota asli kami, akhirnya kami bisa melakukan apa yang kami suka. Kami bercinta setiap kali bertemu. Dan menariknya, bagiku dia adalah cowok pertama yang bercinta denganku begitu pula sebaliknya, aku juga cowok pertama yang bercinta dengannya. Beberapa bulan berjalan ternyata dia mendapat tugas ke luar pulau. Perasan sedih yang mendalam aku rasakan karena harus berpisah dengan orang yang aku cintai.
Sejak kepergiannya aku merasakan ada hal-hal yang aneh terjadi padanya. Perhatian dia agak berubah, makin lama seolah dia tidak peduli padaku. Setidaknya itu perasaan yang aku rasakan saat itu. Aku merasa dia telah mendapatkan pendamping lain disana. Meski dengan sangat berat, aku mencoba untuk tabah dan berusaha ikhlas. Aku hanya bisa berharap kalau memang benar maka semoga dia berbahagia dengan kekasih barunya. Aku tahu cinta tak dapat diatur,jadi aku tidak akan memaksakan diri lagi untuk bersama dengannya, meskipun mungkin hal ini sangat berat dan seolah mengoyak perasaanku. Yah sejak itu komunikasi kami jarang dan akhirnya terputus dan akhirnya sekedar sms-sms biasa saja, semua jadi hambar dan aku merasa kami hanya bisa menjadi teman biasa saja. dan benar akhirnya kami hanya berteman biasa tanpa ada perasaan sedikitpun. apa mungkin aku tidak benar-benar mencintainya ya? aku tidak tahu pastinya, yang jelas perasaan cinta yang dulu menggebu-gebu seketika musnah tanpa jejak. apa mungkin karena aku merasa dikhianati ya? entah lah yang jelas perasaanku sudah sangat berbeda. bagiku dia sekarang hany teman biasa saja.
Waktu pun berselang, aku berkenalan dengan seorang cowok tapi kelihatannya dia tidak benar-benar sayang padaku dia cuma pengen sex aja, jadi kupikir kami tidak bisa bersama. Begitu pula dengan satu orang yang aku temui setelah itu. Mereka berdua kelihatnnya hanya mengedepankan sex aja, sedangkan aku tidak seperti itu. Bagiku yang terpenting adalah cinta dan kasih sayang yang dalam. Sex memang penting, tapi bukan yang pertama dalam sebuah hubungan, rasa kasih sayang dan cinta itulah yang nomor 1.

Setelah itu aku bertemu dengan seorang lagi. dari segi fisik aku cocok banget, kalau dari wajah memang tidak sangat cakep, tapi ya cakep juga seh he...he...he jadi bingung. Pokoknya cakep, tapi ya masih kalah kalau dibandingkan dengan Leonardo di Caprio seh. Ka...ka...ka...ka. Dia sangat baik aku mengenalnya sejak aku menulis blog ini. Orangnya membaca dan memberi komentar lewat email. Kami pun jadi makin akrab dari situ. dia juga bekerja, sama dengan aku yang bekerja di kota itu. tapi pekerjaan kami berbeda, dia seorang auditor. aku sangat kagum dengan kinerjany yang sangat bagus dan mampu bekerja dengan porsi yang besar. pokonya kagum banget dengan semangat kerjanya yang luar biasa.Setelah kami bertemu dia menginap di tempat kos ku. Sebenarnya dari awal aku tidak pernah sedikitpun terbersit akan bercinta dengannya, tapi entah bagaiman saat mulai berbaring di tempat tidur aku merasakan adanya suasana yang aneh. Tiba-tiba gairahku meningkat dan ingin bercinta dengannya. Aku bilang padanya apa boleh, dan ternyata dia mengijinkan. Ya akhirnya kami bercinta meskipun kami baru ketemu pertama kalinya saat itu. Tapi kami bercinta hanya sekali itu saja. Perasaan yang lain sebenarnya ada dalam pikiranku, tapi lambat laun perasaan itu ternyata berubah, sampai sekarang aku sangat sayang padanya, tapi sebagai seorang saudara. Dia sering membantuku dalam setiap kesulitan tapi hubungan kami tidak pernah berubah menjadi pacaran. Kami bersaudara, sampai saat ini sayang sebagai saudara yang telah banyak membantu tetap lekat dalam pikiranku sampai sekarang. aku sering sekali jalan ke kos dia sejak pertemuan kami, namun karena memang perasaan yang ada berbeda kami tidak pernah bercinta lagi. paling cuma nonton bareng atau ngobrol sambil rebahan ampe larut malam ato dini hari.


Suatu ketika di Face book aku menulis aku menginginkan seorang pria yang bisa mencitaiku dan menyayangiku dalam arti yang sebenarnya. Ternyata ada tanggapan dari seseorang yang ada di Kediri, Jatim. Kami mulai berkomunikasi lebih dekat melalui sms dan telepon. Sampai akhrnya kami pun jadian. Aku sangat sayang kepadanya, dan aku juga berharap demikian, yakni dia benar-benar sayang terhadapku. Tidak lama setelah kami jadian berhari-hari aku dihantui perasan takut dan mimpi-mimpi buruk mengenai kematian. Karena terus-terusan terjadi, aku merasa sangat takut. Sampai akhirnya aku memutuskan akan berhenti menjadi bisex dan hanya akan HETEROSEX SAJA. Aku bilang ini semua pada pacarku yang sedang ada di Kediri. Aku tahu betul ini akan sangat menyakitinya, karena aku tidak adil terhadap dia. Tapi seperih sakit yang ia rasakan aku jauh merasa lebih sakit. Sering aku tiba-tiba menangis di malam hari. Aku sangat ingin hidup dengan orang kediri ini, tapi aku sudah mengambil semua keputusan ini. Keputusan yang sangat menyakitinya dan menyakitiku. Sebuah keputusan yang mencabik-cabik hatiku.
Aku sangat ingin kembali padanya meskipun aku telah mengambil keputusan ini. Sampai suatu ketika aku putuskan untuk ke Kediri menemuinya seperti rencana awal ketika kami masih pacaran dulu. Saat bertemu dengannya, aku melihat raut muka yang kelihatannya tidak terlalu senang. Mungkin akan berbeda kalau aku tidak pernah mengambil keputusan yang sangat menyakiti kami itu. Aku merasa bersalah dan berdosa telah membuatnya kecewa dan sakit hati. Dia menjemputku dan membawa aku ke tempatnya.
Setelah berbincang sebentar tiba-tiba ponselnya berbunyi, ternyata dari pacarnya. Sebenarnya logika aku mau menerimanya, hubungan kami sudah berakhir, sudah sewajarnya dia mendapatkan ganti. Dan aku senang kalau dia sudah tidak sedih lagi karena apa yang sudah aku lakukan, ya paling tidak saat ini sudah ada yang mengobati rasa sakit itu. Tapi hatiku tidak demikian, aku masih mencintainya dengan dalam, rasanya sakit yang teramat sangat mencabik-cabik aku. Perasaan seperti saat cewekku pindah tanpa memberi tahu kepindahannya padaku terulang kembali. Aku marasa dingin dan kilatan petir menyambar diriku. Akibatnya aku tidak sanggup banyak bicara. Di tengah-tengah kami berbincang-bincang tiba-tiba dia meletakkan kepalanya di pangkuanku. Rasa sedih mendalam saat itu aku rasakan, aku ingin memeluk dan menciumnya karena aku sangat ingin bisa hidup bersamanya. aku benar-benar menginginkan dia saat itu. tidak lama setelah kami berbincang sambil dia meletakkan kepalanya di pangkuanku tanpa aku duga tiba-tiba kami berciuman. Dan karena aku sebenarnya secara jujur sangat menginginkan dia, akupun bercinta dengannya. Saat bercinta dengannya rasa sakit makin menjadi-jadi. Aku merasa bersalah kalau bercinta dengannya. Karena aku hanya mementingkan diriku sendiri tanpa memikirkan perasaan dy. Bukankah aku sudah sangat mempermainkan dia kalau aku bercinta dengannya saat itu? aku sempat meminta dia berhenti mencumbuku karena rasa bersalahku. dia kelihatan agak kecewa. Tapi karena pikiranku juga sudah kacau akhirnya aku kelepasan juga, saat setelah berhenti bercinta karena rasa yang tidak nyaman itu aku langusng memeluknya erat-erat. Aku tegaskan lagi aku menginginkan dia, saat seperti inilah yang aku inginkan sejak lama, persetan dengan keputusan yang telah aku buat. Aku sangat menginginkan dia, dari ujung rambut hingga ujung kakiku terus berkata aku ingin dia. Kemudian kami melanjutkan hal yang sudah kami inginkan sejak lama itu. Sampai kami selesai bercinta, aku merasa tidak ingin berpisah dengannya. Namun pada hari itu juga aku melanjutkan perjalanan pulang kampungku. Aku merasa sedih harus pergi darinya.


Sampai di rumah dan berhari-hari, berminggu-minggu, berbualn-bulan aku tidak pernah menghubungi dia. Sampai suatu ketika karena aku tidak mampu lagi menahan diri, aku menulis surat lewat face book. Aku ingin dia tahu kalau aku sebenarnya masih sangat mencintai dia. Dan dia bilang akan menungguku. Rasa senang tak terperi tersirat dalam wajahku. Sebenarnya meskipun aku tidak pernah menghubunginya, sering kali aku membuka-buka facebooknya, melihat-lihat foto dirinya, dan wall-wall yang ia tulis. Ingin sekali aku memberikan komentar, tapi aku tidak punya keberanian karena aku merasa sangat berdosa dan bersalah kepadanya. Akhirnya aku hanya bisa tersenyum memandangi foto-fotonya. Aku selalu tersenyum saat melihat foto-fotonya. Rasa rindu sangat dalam aku rasakan kepadanya. Aku bahkan sering pergi ke warnet dan membuka facebook hanya untuk melihat foto-fotonya, menatapnya cukup lama dan setelah aku puas melihat dia, aku pulang. Aku tidak tahu kenapa aku melakukan hal ini.

Kalau saudara-saudara membaca tulisan ini mungkin sudah menganggap saya gila karena melakukan hal ini. Tapi saya tidak merasa demikian, mungkin ini yang benar-benar dinamakan cinta. Aku tidak peduli dia tahu atau tidak, aku tidak peduli apa responnya terhadapku, aku terus mencintainya. Bahkan walaupun dia telah bersama orang lain. Aku terus berharap semoga dia mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya, bertemu dengan seseorang yang benar-benar mencintainya dengan tulus seperti aku mencintainya dan tidak akan pernah menyakitinya seperti yang telah aku lakukan terhadapnya. Aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah terhadapnya.
Mungkin aku tidak akan pernah melupakan semua ini hingga akhir hidupku. Bahkan mungkin ketika dia sudah bahagia bersama orang lain dan aku pun telah bersama orang lain rasa cinta ini akan terus bertahan seperti pohon cemara yang tetap hijau di saat pohon lain telah kehilangan daunnya di musim salju. Rasa cinta ini mungkin seperti rasa cinta Rose dan Jack dalam film Titanic. Tidak pernah hilang meskipun Jack telah meninggal dan Rose tetap hidup, menikah, dan memiliki anak cucu. Setiap kenangan yang tercipta tidak akan pernah terlupakan sedikitpun. Ya akan tertanam dalam ruangan khusus dalam hatiku. akan aku simpan dalam folder tersendiri yang tidak akan terserak kemana-mana lagi. aku akan terus mencintai dia.
Huft, setiap kali aku mengingat kisah hidupku yang ini selalu saja perasaan melankolis muncul dalam hatiku. mungkin ini benar-benar yang dinamakan cinta.

cerita hidup masa kuliah

Suatu hari saat pulang kuliah,tiba-tiba aku bertemu lagi dengan cewek yang aku suka di SMP seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya. Secara tidak sengaja kami bertemu di kendaran umum. Aku sangat kaget campur senang mengetahui dia telah kembali dari luar pulau. Setelah itu kami bertukar nomor HP. Komunikasi berjalan cukup baik antara kami berdua. Sampai akhirnya kami saling jatuh cinta, dia tahu betul kalau aku sangat tulus kepadanya. Namun meski kami berpacaran aku sangat menghargai dia, kami tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak diijinkan. Aku sanagt menghargai dia karena aku sangat mencintai cewek ini. Bahkan ketika ada teman yang tanya seberapa cinta aku ke dia, dengan tegas aku jawab 100 persen. Temanku bilang, apa aku sudah gila mencintai orang seperti itu? Aku menjawab tentu tidak, kalau aku mencintai seseorang aku akan mencintai dia dengan sepenuh hati dan dengan seluruh cinta yang kumiliki. Aku sangat ingin di masa mendatang bisa menikah dengannya dan membina sebuah keluarga yang bahagia.
Tapi meskipun demikian satu orang wanita buatku tidaklah cukup. Aku masih merasa kosong tanpa kehadiran seorang cowok yang aku suka disampingku. Seorang cowok yang aku cinta dan mencintaiku. Mungkin inilah derita untuk seorang cowok bisex seperti aku. Aku sangat mencintai cewekku dan tidak ingin kehilangan dia sedetikpun, tapi aku juga membutuhkan seorang pria untuk mengisi kehidupanku. Akhirnya aku terus mencari seorang cowok untuk menjadi pacarku. Adanya situs jejaraing sosial di internet seperti Friendster sangat membantuku. Aku menemukan seorang cowok yang dewasa, tapi sayang dia berada jauh di negara tetangga, jadi kami pacaran hanya lewat telepon. Tapi buatku itu sudah lebih dari cukup. Hubunganku dengan cewek dan cowokku itu berlangsung cukup lama. Kurang lebih sekitar 3 tahun. Sayang sekali akhirnya aku harus putus dengan cewekku karena terjadi banyak permasalahan berkaitan dengan keluarga. Dan aku putus dengan cowokku karena jarak yang jauh ternyata menjadi penghambat yang tidak bisa lagi dipungkiri berpengaruh juga terhadap keharmonisan hubungan kami. Dengan cewekku yang sudah putus ini sebenarnya sampai saat ini aku masih merasakan rasa sayang itu dan tidak pernah melupakannya. Ini adalah bagian indah dalam hidupku selama aku kuliah. Ini karena aku benar-benar sangat mencintai dia. Tapi kondisi yang tidak memungkinkan memaksa kami untuk berpisah. Aku selalu berharap dia bisa menemukan seorang cowok heterosex yang benar-benar mencintai dia dengan tulus. Dan aku berharap di masa depan dia akan menemukan sebuah kebahagiaan bersama seseorang yag dia cintai dan mencintai dia dengan tulus, menghargai dia seperti yang aku lakukan terhadapnya. cinta ini akan selalu tersimpan dalam hatiku. kutempatkan dalam sebuah ceruk dalam goa hatiku. tersimpan abadi di sana dan tidak pernah terhapuskan.

cerita cinta bisex masa SMA

Pada saat SMA ternyata cewek yang aku cinta tadi masih satu sekolah denganku. Rasa senang yang menggebu-gebu hadir dalam diriku. Pikirku saat SMA adalah waktu yang tepat untuk menyatakan ini semua. Tapi ternyata tidak demikian yang terjadi.
Cewek yang sangat kucintai tiba-tiba pindah sekolah. Dia pindah ke luar pulau jawa. Yang lebih parah lagi dia tidak memberikan satu pun kata perpisahan. Ketika teman sekelasnya memberitahukan kalau dia telah pindah sekolah rasanya petir yang sangat besar menyambar diatas kepalaku. Saat itu juga aku merasakan perasaan dingin menjalar dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Aku hanya mampu diam dan terpaku.
Menyadari hal ini aku tidak habis akal. Aku menelpon ke rumah sodaranya, dan aku bisa mendapatkan alamatnya di luar jawa. Dengan bekal alamat itu aku tidak serta-merta ke sana. Selain takut karena sangat jauh, duitnya juga kagak ada lah, orang jauh banget.
Aku mengirim sepucuk surat padanya, ya meski tulisanku sangat jelek aku mencoba menulis surat kepadanya. Aku ingin bilang kalau aku sangat sedih karena dia pindah tanpa memberitahukan aku atau setidaknya pamit denganku. Ternyata dia memberi balasan padaku aku sangat senang dengan apa yang ia tulis. Tidak usah disebutkan ya, malu banget baca tulisan anak remaja yang masih kekanak-kanakan (jadi pengen ketawa kenceng banget neh kalau inget, LOL LOL LOL).
Waktu terus berjalan, ternyata aku suka dengan seorang cowok yang kelasnya bersebelahan dengan kelasku. Pernah aku berusaha menyapanya, tapi sapaannya garing banget, jadinya kami tidak sempat berbincang terlau panjang. Diam-diam aku selalu memperhatikan dia hingga kami naik ke kelas 2. Beruntungnya di kelas 2 aku sekelas dengan dia. Senang sekali bisa sekelas dengan cowok yang aku suka. Dan meski tidak duduk sebangku dengan dia kami jadi sangat akrab, karena aku cukup agresif untuk masuk dalam kehidupannya. Kami sebenarnya ingin duduk sebangku tapi dia tidak bisa karena tidak enak dengan teman sebangkunya. Ya maklum lah saat SMA kami itu teman sebangku sudah jadi semacam partner tetap dalam melakukan banyak hal berkaitan dengan pelajaran sekolah.
Waktu terus berjalan dan kami makin akrab saja, namun tetap aku tidak mengatakan semuanya karena aku tidak punya keberanian, aku takut kalau aku bilang padanya, justru dia tidak mau sahabatan denganku lagi. Hari-hyari terus berlalu seperti itu. aku sangat menikmati ini sehingga terus bersemangat untuk datang ke sekolah.
Ada sebuah kejadian menarik yang aku alami saat mengikuti kegiatan ekstrakurikular di sekolah. Suatu ketika kegiatan ekstrakurikular yang aku ikuti mengadakan kegiatan luar pada malam hari. Karena acaranya malam hari maka seorang pembina ekstrakurikuler ini menyuruhku pergi bersama teman kantornya untuk membuat teh panas di kantornya. Sementara tempat pelaksanaan kegiatan lumayan jauh dari kantornya, maka dia meminta seorang teman kerjanya untuk datang ke tempat kegiatan kami. Sebenarnya pembinaku itu kerja di sebuah kantor pemerintahan. Dia mau membina kegiatan ekstrakurikular sebagai sarana menyalurkan hobi dan kecintaannya terhadap ekstrakurikular itu. Jadi ya mungkin buat dia itu bentuk ibadah yang bisa dia lakukan yang ia juga sangat menikmati.
Saat membuat teh di kantor pembinaku bersama rekan kerja yang membantunya, ternyata dia menunjukkan suatu gelagat yang membuatku bergidik. Aku merasa kalau dia mungkin akan berusaha melakukan sesuatu terhadapku. Sebenarnya aku suka sekali kalau tiba-tiba dia memperkosaku saat itu. Tapi di sisi lain aku merasa ngeri juga kalu nanti tiba-tiba dia menyakitiku. Aku ingat betul aku memikirkan bagaimana cara lolos dari bangunan yang terkunci ini. Aku berpikir akan segera memecahkan kaca kemudian lari sekencang-kencangnya ke semak belukar yang ada tidak jauh dari bangunan ini, pasti tidak akan bisa diketemukan olehnya. Saat itu aku sangat kacau, aku selalu memancing-mancing dia dengan pembicaraan yang menyanjungnya dan membuat dia bangga sehingga mau berkata kalau dia menginginkan aku tapi juga takut akan terjadi hal yang menyakitiku.
Setelah air panas dan sepoci teh telah dibuat maka kami segera keluar dari gedung dan berboncengan menuju tempat kegiatan ekstra dilakukan. Rencana kegiatan akan dilakukan pada jam 1 atau 2 malam, sementara saat itu baru pukul 10.00. Saat aku sendirian dan terpisah dari teman-teman tiba-tiba teman pembinaku tadi mendekat padaku. Dia bilang padaku ingin mentraktir aku untuk makan nasi goreng, dan kita pergi berdua saja. Aku langsung syok antara pegen dan takut. Tiba-tiba saja secara spontan aku menjawab “ tapi sama semua teman-teman kan mas?” secara mendadak dia terdiam dan pergi. Aku merasa kosong saat dia meninggalkan aku. Aku merasa bodoh tapi juga takut. Aku merasa bodoh kenapa aku tidak langsung bilang iya dan dengan senang hati mau ikut denganya. Dengan begitu aku akan dapat segera tahu bagaimana rasanya bercinta dengan seorang lelaki dewasa. Tapi di sisi lain aku takut kalau nanti ternyata bukan itu yang dia inginkan tapi dia ingin menyakitiku.
Yah mungkin memang belum saatnya aku punya pacar seorang cowok yang lebih dewasa dariku, makanya dia tidak pernah lagi datang padaku. Sebenarnya dari dulu aku sangat menyukai lelaki yang dewasa, terutama yang berusia diatas 30 tahun. Menurutku mereka sangat matang dan bisa bersikap dewasa dalam menyikapi sesuatu, serta dengan emosi yang cenderung stabil mereka tidak hanya main-main ketika bersama dengan seorang pasangan. Setidaknya itulah yang selama ini ada dalam pikiranku. Akhirnya malam itu kegiatan berlangsung sesuai dengan rencana yang telah disapkan. Sejak saat itu aku selalu berpikir apa ya yang akan terjadi kalau malam itu aku ikut dengannya. Mungkin saat saat itu juga aku akan segera mempunyai pacar seorang cowok yang dewasa sesuai dengan yang aku inginkan.
****
Waktu terus berlalu dan aku naik ke kelas 3. Ternyata aku masih sekelas dengan cowok sahabatku yang aku suka tadi. Dan akhirnya kami bisa duduk sebangku. Senang sekali bisa duduk sebangku dengan orang yang aku cintai secara diam-diam. Ya aku sangat menikmatinya hingga kami lulus. Bahkan tugas akhir sebelum luluspun kami kerjakan berdua, benar-benar tim yang solid. Yaiyalah, orang aku cinta ama dia kok. Ka...ka..ka... masa SMA memang saat yang sangat indah.

cerita cinta homoseks SMP

Ternyata Allah selalu memberikan sesuatu yang lebih terhadapku. Dibandingkan dengan teman-temanku, aku termasuk beruntung karena bisa memasuki sekolah paling favorit di kotaku. Sebenarnya aku tidak ingin masuk sekolah itu karena tidak ada teman SD yang masuk ke sekolah itu. Tapi keluargaku, terutama kakakku terus memberi semangat. Akhirnya aku menjalani kehidupan sekolah menengah pertama di sekolah itu.
Pada saat kelas 1 SMP aku mengenal seorang teman laki-laki bernama R. Anaknya cukup tampan menurutku, dan kami mulai dekat karena seringnya pulang sekolah bersama, ya meski rumah kami berjauhan tapi masih searah. tapi kedekatan kami tidak sampai terlalu jauh, kami hanya berteman saja. aku tidak berani berkata kepadanya kalau aku mulai menyukainya dan merasa nyaman dengan kedekatan ini. Suatu ketika aku bercerita kepada salah satu anggota keluargaku kalau aku dekat dengan anak tersebut, ternyata tidak ada pendapat atau tanggapan dari salah satu anggota keluargaku tersebut. Siapa sebenarnya yang aku ceritain aku lupa. He...he...he
Sejak aku bercerita tapi tidak ditanggapi apa-apa itu, aku mulai tertutup terhadap keluargaku. Aku tidak pernah cerita apa-apa lagi mengenai kehidupanku.
Setelah sekolah berjalan lebih lama lagi aku mulai merasa suka dengan salah satu siswa cewek di kelasku. Menurutku anaknya sangat cantik, ceria, dengan pipi yang menggemaskan dan kulitnya yang putih. Ya maklum dia anak Manado aslinya, orang Manado kan terkenal memiliki kulit yang sangat bersih dan mulus. Tapi aku tidak pernah menyatakan perasaanku padanya karena aku tidak berani. Selain karena takut dengan orang tuanya karena kami masih muda, aku juga tidak yakin karena kami beragama berbeda. Aku seorang muslim, tapi dia katolik. Akhirnya rasa cinta yang ada terus aku simpan dalam hatiku. Pada saat kelas 3 SMP aku ingat betul seorang teman sebangku aku menemukan sebuah buku di rumahnya, sebuah buku yang sudah koyak dan menguning. Ternyata itu adalah sebuah buku stensil. Isi buku itu menceritakan petualangan seorang yang maniak sex. Dalam buku itu diceritakan seorang lelaki yang sangat suka melakukan hubungan seksual dengan berbagai wanita yang dia temui yang mau bercinta dengannya. Tiap kali aku dan temanku membaca selalu saja kami jadi horny karena membayangkan bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Tapi dalam bayanganku yang jauh lebih menonjol adalah bagaimana perawakan dan “barang” si cowok. Aku membayangkan bagaimana bentuk tubuhnya dan berbagai gaya bercinta yang dilakukannya kepada para cewek itu, membayangkan kalau yang jadi cewek adalah aku. Aku ingn sekali bercinta dengan cowok itu. Itu selalu ada dalam bayanganku, dan bayangan itu selalu menjadi teman pengantar tidurku.
Dasar mungkin memang aku ditakdirkan untuk menjadi seorang bisex, pada kelas 3 SMP saat hormon bergejolak dan aku sangat ingin bercinta dengan pria yang ada dalam bayangan ku, bahkan aku juga ingin merasakan bercinta dengan teman-teman yang menurutku sangat rupawan, aku jatuh cinta pada seorang cewek yang sekelas. Anaknya sangat pandai, bahkan ranking di kelas 3 ini aku kalah darinya. Anaknya cantik, tinggi, putih, dan yang penting smart. Aku sangat suka dengan cewek yang smart.
Pada saat aku kelas 3 ini aku lebih berani lagi menunjukkan perasaanku padanya. Aku sering mengajakanya untuk jajan bareng saat istirahat, dan mengobrol dengannya membuatku sangat nyaman dan ingin terus bersama dengan dia. Pada saat yang sama ternyata ada seorang cewek yang menyukaiku.
Cewek yang menyukai aku ini sangat akrab denganku, bahkan orang tuanya pun sudah sangat akrab denganku, tapi dari awal aku sudah menganggap dia sebagai sahabat terbaikku. Bahkan aku pernah bilang padanya aku aku mencintai cewek yang pintar tadi. Dia selalu tidak habis pikir dengan tindakanku. Menurutnya dia bahkan tidak lebih cantik, jadi kenapa aku memilikih cewek pintar tadi?
Suatu ketika dia menyatakan kalau doia mencintai aku. Aku hanya bisa berkata kepadanya kalau aku menganggap dia sebagai sahabat atau mungkin lebih dari itu, namun tidak sebagai pasangan. Beberapa waktu berlalu, seorang temanku yang cowok meminta bantuanku untuk dekat dengan sahabatku itu. Sebenarnya cowok ini cukup terkenal di sekolah, banyak sekali cewek yang suka dengan dia. Bahkan aku pun mungkin kalau dia bilang cinta padaku, aku tidak akan menolaknya (maruk banget ya aku neh, ka...ka...ka). Dia juga aktivis di OSIS jadi kalau popularitas tentu saja aku kalah pamor dengan dia. Setelah itu aku menjelaskan pada sahabatku bahwa cowok ini suka padanya. Tapi sahabatku tetap kekeh dengan pendiriannya, dia mencintaiku. Dia menginginkan aku, bukan cowok itu. Sebenarnya aku merasa sedih dengan kondisi ini. Ada seseorang yang mencintaiku, tapi aku tidak mencintainya. Dan mungkin jahat karena aku berusaha menjodohkannya dengan orang lain, tapi tidak ada maksud jahat, aku hanya ingin dia bahagia. Tapi yang terjadi tidak sebaik yang aku inginkan, setelah kami lulus SMP dia memilih sekolah yang berbeda dengan aku dan cowok yang suka terhadapnya. Padahal sekolah yang aku dan cowok tadi pilih sebenarnya sekolah SMA terbaik di kotaku.
Sahabatku meilih sekolah yang berjarak sangat jauh, perlu dua kali naik angkot untuk sampai di sekolah pilihannya. Aku merasa sangat bersalah kepadanya. Mungkin dia benci padaku dan ingin menghindar dari cowok yang suka dengannya. Yah setidaknya itulah yang ada dalam pikiranku. Aku tidak pernah kontak lagi dengannya sejak saat itu hingga sekarang. dari sini para pembaca pasti jadi tahu kalau aku benar-benar seorang bisex sejati. aku suka cewek dan cowok dalam waktu yang bersamaan. benar-benar gila. tapi apa mau dikata lagi, aku tidak bisa mengendalikan ini semua. pada saat SMP ini aku tidak pernah melakukan aktivitas sexual apapun, bahkan cuma ngocokpun aku tidak pernah. aku anak yang baik kan? ya setidaknya begitulah penilaian setiap orang terhadapku. mungkin itu pula yang membuatku bisa dekat dengan banyak cewek dan banyak diantara mereka yang suka terhadapku. (narsis abis neh aku jadinya).